Kamis, Juli 02, 2009

surat untuk Attalarik Pratama, thx ya Allah

Sebenarnya semua itu berawal dari hal - hal kecil, baru aku sadari pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga ini mendapat kemudahan - kemudahan hanya saja aku enggak ngeh.. Attalarik Pratama buah hatiku ini sudah berjalan 3 tahun 2 bulan, dia sdh bisa menaruh sepatunya sendiri ke rak sepatu yang tersedia kalau baru tiba di rumah.

Alhamdulillah, sudah bisa buang air kecil dan buang air besar sendiri ke kamar mandi, walopun tetap harus dibersihkan sama ibunya, setidaknya kalo aku sedang sibuk dengan urusan kebersihan rumah atau memasak, dia enggak rewel minta ditemanin krn sudah ada imaginasinya untuk bermain dan berbicara dengan benda-benda mati yang tak lain adalah mainan favoritnya spt mobil2an molen, truk pasir, kobelko. Bahkan setelah aku bisa mengajaknya nonton transformers di Cinema XXI, dia semakin mengembangkan imaginasi dengan mobil2annya dia berkata padaku : "Bu lihat yang kuning ini berubah kaya robot yg kita nonton di bioskop ya bu..." (maksudnya si bumble bee).
Dia bukan anak bayi lagi yang harus aku gendong kemana-mana *(ish kok kaya lagu Mbah Surip ya, tak gendong kemana-mana..)*, terkadang aku memang terlalu keras mendidiknya, tapi aku bisa menunjukkan hasilnya sekarang, dia bisa berbicara denganku apa keinginannya, bahkan dia bisa bilang "Ibu sudah baik ya, tadikan ibu marah-marah, Arik minta maaf ya.." Aku harus lebih membuka mata, lebih berlaku jujur, terkadang orang tua adalah racun dalam mendidik anaknya sendiri, semoga niat berubah sikapku ini di dengar Allah dan di bimbing Allah agar aku tidak meracunin anakku dengan tindakanku yang ekspresif dan temperamental.



Attalarik Pratama sayangku, Ibu juga minta maaf ya sayang, Ibu mu ini orang yg ga tahan mental untuk tabah dan sabar dalam menghadapi sikap kekanakanmu sayang, Ibu sering cepat lelah ketika harus mendidikmu sekaligus sendirian menjalankan tugas Ibu lainnya dalam hal bersih2 rumah. Ibu janji akan mengurangi kelelahan dalam urusan kebersihan dengan cara lain agar kita bisa bermain bersama, membacakan semua buku-bukumu, melukis, ataupun menari bersamamu. Tapi sayangku Arik juga harus mengerti tidak selamanya kamu harus ditemanin Ibu selalu, Ibu hanya ingin kamu mandiri Nak.. Berhasil kan sayang ? sedikit demi sedikit kamu bisa melepas botol susu dan minum dari gelas, sekarang kamu juga bisa tidur sendiri tanpa ibu disampingmu. Ibu hanya ingin yg terbaik semua untuk kamu sayang, tapi hanya Allah Yang Tau yang terbaik buat kamu.

Kelak dewasa kamu membaca tulisan Ibumu ini, kamu kan menjadi lelaki yang kuat mental, tabah, taqwa kepada Allah SWT, apabila ada memori yang tersimpan kuat di kepalamu mengenai sesuatu keburukan Ibu.. Ibu hanya berharap kamu memaafkan dan memahami sifat dan kondisi ibu ya Nak, bukan maksud Ibu sengaja melakukannya tak lain itulah salah satu ketidak tabahan dan ketidak sabaran ibu yang melihat tingkahmu. Semoga kamu selalu mencintai kedua orang tuamu dan berbakti kepada Allah ya Nak. Ibu sayang kamu