Google Search

Minggu, Oktober 4

Membaca Pertanda Alam- Mu Tuhan

Luaammmaa gak nulis, sekalinya ada kesempatan kok gak fokus ? Tapi aku akan memulai dari apa yg terlintas dan kegiatanku akhir2 ini saja. Ada 3 buku yang baru selesai aku baca dalam 1 minggu ini, semuanya berhalaman tidak sampai 500 lembar, thema buku adalah 2 buku mengenai kehidupan pernikahan dan 1 buku mengenai malaikat yang akan menjemput getaran2 manusia terlepas jiwa dari raganya. Komentarku mengenai 2 buku yang bertema pernikahan adalah mencapai kesimpulan tersendiri, ternyata menikah itu enggak gampang, kalau ingin pernikahan yang bahagia kedua belah pihak harus saling bekerja keras. Komentarku pada buku terakhir yang kubaca, ternyata meninggalkan dunia selalu ada penyesalan karena sesuatu hal yang belum tuntas manusia itu kerjakan secara maksimal di dunia.
Mau ceritain mengenai tema buku yang terakhir aku baca dulu deh, isi cerita dari buku penulisnya Arswendo ini buat aku gemetar dan salut pada satu tokoh cerita bernama Tesa Soemar, kalau mau bahas peranan Tesa Soemar ini akan ada hubungannya dengan tema dari ke 2 buku yang aku baca sebelumnya, tapi aku lagi gak konsen harus memulai kata darimana.. Jadi aku cuma mau ceritain siang setelah aku baca buku ini, sore hari pukul 16.00 Wib, tanggal 30 September 2009 di Surabaya yang mataharinya terik banget, tiba2 seketika matahari tertutup awan gelap hingga pukul 17.00 Wib. Aku sendiri langsung histeris di dalam hati, gak biasanya jam 4 sore udah gelap ? Ada apa ya ? Aku langsung bergegas mengajak anakku mandi sore (biasanya dia mandi jam 5 sore menjelang magrib hehehe masih ngerasa n kebawa kebiasaan di Medan, mandiin anak jam 5 sore krn magrib jam 6.30 ). Selepas mandiin aku berencana mau ajak dia main sepeda krn matahari gak ganas dan angin juga lagi banyak, enak kalo keluar sore2, tapi niatan tersebut batal karena orang cargo datang mengambil barang yg akan kukirim ke Jakarta... Setelah kelar, cargo sudah tidak ada sekitar pukul 18.00 wib, aku menghidupkan televisi, ternyata telah terjadi gempa besar di sumatera barat, dan feelingku begitu merasakan kayanya parah nih di gempa...
Malamnya aku mimpi enggak enak banget, buku yang aku baca seolah memberi pertanda, seakan aku bisa membaca kondisi alam yg sedang memberikan tanda2 ada sesuatu yg sedang terjadi detik itu.. Besok paginya tanggal 1 okt 09 ternyata ratusan nyawa di Sumbar dinyatakan tewas, hilang, tertimbun dsbnya.. Airmata turut berlinang, dikala menyaksikan siaran TV yang mengangkut kantong2 jenazah berwarna kuning golkar ituu, semua kuasa-Mu Ya Allah. Baru saja orang2 pada mudik ke kampung halaman masing2, termasuk orang2 yg mempunyai di kampung halaman Sumbar, lalu Engkau jadikan Sumbar luluh lantah, rata dengan tanah..
Seperti Engkau berusaha berbicara denganku, yang kufur nikmat, peringatan bagiku agar tidak mengingkari nikmat-Mu.. Buku itu baru saja aku selesaikan membaca di siang hari pukul 15.00 wib, dan apapun kehendak-Mu Tuhan, maka terjadilah...

2 komentar:

  1. Tertarik aku dg buku yg ke 3, di gramedia ada ya mbak?
    Kalo buku ke 1-2 kayaknya udah lewat deh..
    Yah, mau dibilang apa yg mbak alami itu suatu intuisi atau kebetulan...kejadian bencana selalu menyadarkan kita, betapa berharganya itu kehidupan, betapa dekatnya kita dengan kematian.
    Selalu berdoa mohon keselamatan, menjaga kesehatan dan keselamatan keluarga dan mewaspadai segala sesuatu yg berpotensi bahaya merupakan hal yg sangat penting bagi kita semua, terutama keluarga kita...

    BalasHapus
  2. Setuju Mas Srex... Mengenai buku ketiga tersebut ada di gramedia, judulnya kau memanggilku malaikat, karangan Arswendo..

    Aku lupa mau tulis tokoh Di yang mengajarkan banyak kehidupan di dunia yang mesti kita pelajari..

    Semoga kita semua dan keluarga selalu dalam lindungan Tuhan YME, dan semoga intuisi yg pernah kita alami menjadi pembelajaran dalam bertindak berusaha menyelamatkan diri dari bencana walopun pada akhirnya umur yang menentukan adalah Tuhan..

    BalasHapus