Google Search

Rabu, Juni 16

clodi


nyobain cloth diaper ikut go green dan stop pemakaian pospak...

Sabtu, Mei 29

RINDU BELAHAN

Kalau saya boleh meminta Tuhan, dekatkan saya dengan Belahan Jiwa yang masih belum saya rasa temukan sepanjang menuju 30 tahun ini, atau saya tidak peka ? mungkin saya melewatkan Belahan Jiwa di masa lalu? Bolehkan saya dipertemukan lagi? Belahan Jiwa yang memeluk saya dikala saya lari dan berjalan dengan airmata, lalu menatap mata saya untuk membicarakan apa yang sedang saya rasakan, ketakutan apa yang akan terjadi di masa depan untuk bisa dihadapin bersama, berdebat dengan kata-kata yang menjadi doa baik untuk saya dan belahan jiwa saya, sehingga mencapai kesimpulan yang disepakati untuk dijalankan berdua tanpa ada dendam / rasa tertekan atau terpaksa, dan akhirnya saya berciuman hangat dengan belahan jiwa saya, berbaring berdua di tempat tidur, bercumbu dengan liar dari keinginan saya. Tuhan saya rindu belahan jiwa yang saya impikan di atas. Bolehkah menjadi nyata?

Every time I see u I feel so in love

Tunjukanlah rasa cintamu, coba buat mereka tau, betapa indahnya dunia bila engkau sedang jatuh cinta. Sepenggal syair lagu RAN ini saya suka, jatuh cinta kepada kedua jagoan saya yang masih kecil dan bayi, malam ini memandangi mereka tertidur di satu tempat tidur ukuran 160 x 200 membuat saya menjadi lebih berarti kala saya harus menghadapi masalah yang cukup membuat hati saya gundah.
Mereka berdua membuat saya tersenyum, membuat saya lebih percaya diri, apalagi si kecil bayi ini saya sangat menyukai matanya yang berbicara, celetukan-celetukan yang seperti mengoceh dan mengajak saya untuk berbicara apa saja dengannya, hmm sepertinya saya bisa bertukar pikiran dengannya, dia memberikan inspirasi yang sebenarnya juga gak jelas sih. Tapi dia penyemangat hidup saya atas apa yang keinginan saya selalu dipendam dan tidak dituangkan dalam bentuk apapun kecuali hanya jadi membuat vertigo saya kambuh.
Yah selama 1 tahun pada November 2008 – November 2009 pertama kali saya mengalami vertigo, dan vertigo itu menghilang pada Desember 2009 – April 2010, sudah seminggu di minggu ke 3 Bulan Mei 2010 ini saya kembali mengalami vertigo, padahal saya harus kondisi fit karena program ASI ekslusif untuk si bayi bucuk alias ganteng ini.
Saya menganalisis kenapa bisa kambuh lagi vertigonya? Yah saya merasa selalu kekurangan dan saya berjanji untuk tidak mengeluh, tetapi saya tidak menemukan jalan keluarnya sehingga saya simpan sendiri di hati dan di otak, mungkin itulah yang membuat saya menjadi kehilangan keseimbangan setiap bergerak dari tempat tidur. Pernah suatu dini hari, saya merasa lunglai, dan memang pada saat itu saya merasa ada gempa, kadang saya sampai tidak bisa membedakan mana gempa mana vertigo yang sedang menyerang. Saya masih buntu akan penyelesaian masalah yang sedang saya rasakan, rasanya saya ingin pergi ke phisikiater atau phisikolog. Saya rindu akan diri saya dahulu yang ceria, yang suka bernyanyi teriakan, yang tertawa lepas ngakak.
Pada akhirnya Tuhan saya mohon jangan terlalu lama saya berada dalam kondisi seperti ini, saya butuh menempa kemandirian saya lagi agar saya bisa percaya diri kalau saya mampu hidup mandiri, mampu mempunyai ruang yang bebas dan layak saya isi apa yang saya suka, dan biarkan saya menjadi orang yang suka memerintah karena saya adalah saya tidak perduli orang mau menghukum atau membicarakan saya seorang boossy karena itulah saya apa adanya.
Untuk kedua buah hati tercinta, tetap menjadi pelita hati ibu ya, semoga kelak dewasa bisa menjadi panutan dan mengirimkan doa-doa indah untuk ibu semasa di alam kubur. Semoga kalian berdua menjadi anak yang Taqwa kepada Allah, berakhlak baik, menjalanin hidup sesuai pedoman Al-Qur’an, sehat, panjang umur, sukses rejeki dari ekonomi sampai jodoh yang baik. Amin. Ibu sayang kamu-kamu

RASA MATI MAAF

Pandang tuh masa depan, mulai dari detik ini, apa keinginanmu… Itu teriakan dari kata hati seorang wanita, tetapi kenapa merasa suram yaa? Sebagai manusia yang hidup berpasangan menyongsong hari esok yang lebih baik adalah suatu kewajiban untuk didiskusikan berdua, yah karena status sudah bukan single alias mementingkan kepentingan pribadi adalah urutan kesekian.
Kenapa suram wahai wanita yang hatinya sedang menjerit ? Semestinya hidup berpasangan tidak harus ada yang merasa tertekan, bukan juga sebagai pasutri itu membicarakan tuntutan. Semua hal bisa dibicarakan apabila bisa jadi pendengar yang baik semenit saja masuk kedalam telinga, mengendap pada memori di kepala dan akhirnya dicerna untuk dipikirkan. Mengapa hanya karena seseorang sepuh menasehati ditanggapin dengan perasaan tertekan? Mengapa menjadi salah arti bila pasanganmu ingin membicarakan masa depan buah hati yang telah diamanahkan, dianggap suatu tuntutan bagimu yang selalu dirasa begitu berat..? Atau salah bahasakah dalam penyampaian itu semua? Atau masih kurang sabar dan mengerti harus bersikap bagaimana?
Yang ada suasana selalu mencekam bila mencoba mengutarakan masa depan, keinginan, dan perbuatan. Karena apa ??? karena seorang itu selalu memperbesar masalah kecil. Pada akhirnya tidak pernah mau disalahkan. Bisa tidak mendengar, mencerna dan memikirkan dahulu apa yang orang kan utarakan? Bisa tidak untuk STOP mengeluh dan tidak membawa suasana hati menjengkelkan menjadi pertunjukan obral besar di depan keluarga? Dan Bisa tidak untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang semestinya dipikirkan dahulu baik-baik makna penyampaiannya menyakitkan atau tidak ? Seperti NATO No Action Talk Only, kan lebih baik Talk Less Do More ya ?
Wanita penjerit mengucapkan Maaf Tuhan, harus mengeluh dan sempat kehilangan iman sementara untuk berpikir bunuh diri, melupakan kodrat yang Engkau berikan, Maaf Tuhan telah khilaf melupakan sejenak amanah-Mu, Maaf kepada orang tua hampir mengecewakan dan kesekian kalinya membuat sedih hati sesepuh.
Tapi inilah yang dirasakan wanita penjerit, semakin lama semakin mendekati Bom Waktu saja, tiada ada rasa nyaman, tiada ada kemesraan, semoga kebahagian tidak menjauh lagi, sementara hati selalu merasa tidak cocok atas sikap, prilaku, logika berpikir, bicara, pengambilan keputusan atas segala sesuatu, dan spritual kepercayaan yang dijalanin, merasa tidak ada batasan tanggung jawab untuk dipercaya berprilaku dalam berteman. RASA MATI MAAF (baca dari kanan ke kiri). Lihat saja, bom waktu ini bisa meledak suatu waktu atau bisa tidak meledak karena telah dijinakkan. Sang Kuasa Yang Tau Jawabannya.

Iri tanda tak mampu

Sebulan terakhir ini, rasa iri selalu menjadi bahan utama merasuk ke dalam hati saya, mudah2an wajah ini tidak kehilangan aura baiknya ya.. Seorang sahabat seperti menjauh dan melupakan saya, saya tidak menyalahkannya karena saya yakin dia tetap sahabat terbaik bagi saya, yang meracuni perasaan ini adalah saya iri dengan kebebasan yang dia punya karena kondisi yang dia punya saat ini, dia bisa punya waktu untuk hang out sampai dia lelah, bisa berkarir dengan penghasilan yang lumayan dan bisa beli stuff yang keren2.. Ahh sudahlah mungkin saya hanya rindu dengan masa2 kebebasan yang saya punya dulu saja, toh sekarang saya sdh diberikan kepercayaan sama Tuhan untuk membesarkan 2 anak lelaki yang ganteng-ganteng ini.
Rasa iri yang lain adalah, melihat kebahagian pasangan suami istri yang memampangkan foto2 mesra mereka di jejaring sosial, seperti melihat mereka pasutri yang tanpa pernah ada masalah, mesra dan bisa pacaran selalu betapa hangatnya. Prikitiww (kata Sule). Itukan yang terlihat dari luarnya saja ya, rumput tetangga emang keliatan selalu hijau daripada rumput sendiri. Mungkin saya hanya merindu kehangatan sewaktu pacaran dengan seseorang. Ahh masalalu biarlah berlalu ya, sekarang waktunya menunjukkan menjadi istri dan ibu yang baik.
Masih adakah rasa iri lain ? Iya ada… he he he rasa irinya bilang, kenapa kakak2 ipar dari kakak kandung saya lebih mapan kehidupannya dibanding dengan diri saya ya, xi xi xi … Dan kenapa teman saya yang lain bisa akur ya sama kakak ipar dari pasangannya ? Mungkin saya hanya butuh perhatian yang lebih saja saat ini. Ahh kenapa jadi harus iri ya? Cukup dengan mendoakan : Semoga semua seluruh ipar di dunia ini bahagia lahir batin, mungkin bisa membuat hati saya jadi berlapang dada dan tidak mengiri lagi.
Biar ada kata pepatah Iri tanda tak mampu, emang iya saya tidak mampu ha ha ha… Sekali lagi saya diberi pembelajaran oleh Allah untuk tidak mengeluh, belajar ikhlas kenapa harus susah melihat orang bahagia, kenapa bahagia melihat orang lain susah ? Itu hal yang tidak terpuji, moga2 ini hanya perasaan yang cepat menghilang dan tidak menjadi watak saya, amin.