Kalau saya boleh meminta Tuhan, dekatkan saya dengan Belahan Jiwa yang masih belum saya rasa temukan sepanjang menuju 30 tahun ini, atau saya tidak peka ? mungkin saya melewatkan Belahan Jiwa di masa lalu? Bolehkan saya dipertemukan lagi? Belahan Jiwa yang memeluk saya dikala saya lari dan berjalan dengan airmata, lalu menatap mata saya untuk membicarakan apa yang sedang saya rasakan, ketakutan apa yang akan terjadi di masa depan untuk bisa dihadapin bersama, berdebat dengan kata-kata yang menjadi doa baik untuk saya dan belahan jiwa saya, sehingga mencapai kesimpulan yang disepakati untuk dijalankan berdua tanpa ada dendam / rasa tertekan atau terpaksa, dan akhirnya saya berciuman hangat dengan belahan jiwa saya, berbaring berdua di tempat tidur, bercumbu dengan liar dari keinginan saya. Tuhan saya rindu belahan jiwa yang saya impikan di atas. Bolehkah menjadi nyata?